Kamis, 31 Juli 2008

CERITA TTG 2 ORANG, YANG BERIMAN DAN KAFIR

lukisanku waktu di kelas 3 Lavender

CERITA TTG ORANG KAFIR DAN BERIMAN

Ada dua orang bepergian bersama. Mereka membawa seekor keledai untuk membawa barang-barangnya, obor untuk menerangi jalan di malam hari, dan seekor ayam yang merupakan kawan si keledai.
Satu dari pria itu sangat beriman, sedang yang satunya seorang atheis. Sepanjang jalan mereka berbicara mengenai Tuhan. “Allah itu baik”, kata si pria beriman itu. “Oke kita lihat apakah selama perjalanan ini kau masih dapat berpikir seperti itu”, jawab si pria atheis.
Ketika malam tiba, mereka sampai di sebuah desa kecil dan mencari suatu tempat untuk tidur. Mereka mencari ke semua tempat, ternyata tidak seorangpun yang mengijinkan mereka untuk bermalam di rumahnya. Jadi, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya keluar dari desa, dan memutuskan untuk tidur di luar desa.
“Aku berpikir kau akan berkata bahwa Tuhan itu baik”, kata si pria atheis sinis.
“Allah membuat hal tersebut, karena tempat ini adalah tempat terbaik untuk kita tidur”, si pria beriman menjelaskan.


Mereka membangun tenda di sebuah pohon besar, di samping jalan masuk menuju desa dan mengikat keledai mereka dengan jarak sekitar 5 meter dari tenda mereka. Ketika mereka mulai menyalakan obor, mereka mendengar sebuah suara. Seekor singa menyerang keledai mereka, mencabik dan memakannya, lalu mereka memanjat pohon untuk berlindung.
“Kau masih berpikir Tuhan itu baik ?”, tanya si pria atheis dengan marah.
“Jika singa itu tidak membunuh keledai, kita yang akan dimakan oleh singa itu. Allah Ta’ala itu baik”, jawab pria beriman.
Kemudian mereka mendengar suara ayam mereka. Dari atas pohon, mereka dapat melihat seekor kucing besar menyerang ayam mereka dan mencabiknya. Sebelum pria atheis itu berkata, pria beriman itu berkata, “ayam itu menyelematkan kita sekali lagi, Tuhan itu baik”.
Beberapa menit kemudian, angin besar membuat obor mereka mati, obor satu-satunya yang dapat menghangatkan mereka. Sekali lagi, pria atheis itu mengejek sahabatnya, “rupanya kebaikan Tuhan bekerja untuk kita sepanjang malam”, pria beriman tidak berkata apa-apa.
Pagi berikutnya, mereka sampai ke desa untuk membeli makanan. Sesampainya di sana, segera mereka mengetahui bahwa pada kemarin malam segerombolan perampok menyerang desa tersebut dan merampok semua yang ada di desa itu.


Mengetahui hal tersebut, pria beriman berkata, “sekarang sudah jelas. Allah Ta’ala itu sungguh baik. Jika kita bermalam di sini, kita akan dirampok seperti orang desa lainnya. Jika angin tidak memadamkan obor kita, gerombolan perampok yang berjalan di dekat kita akan melihat kita dan merampok kita juga. Sangat jelas bukan, bahwa Allah Ta’ala itu baik”.


E-MAIL dari teman ibuku di Surabaya

Minggu, 27 Juli 2008

Jumat, 25 Juli 2008

Cita-citaku

Cita-citaku banyak pingin jadi Guru kaya ayah dan ibuku, pingin jadi penulis terkenal, Arkelog dan Arsitektur. Kata Ayah ibuku kalau mau jadi arsitektur harus bisa menggambar dan rajin belajar, ayahku memberiku hasil tulisan hasil download di internet ttg Profesi arsitektur tersebut .



Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

Arsitektur adalah bidang multi-dispilin, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Mengutip Vitruvius, "Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni". Ia pun menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di dalam bidang musik, astronomi, dsb. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme,fenomenologi strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang mempengaruhi arsitektur.

Selasa, 22 Juli 2008

Belajar dari Batu-bata


Salam sejahtera buat kawanku semua yang senantiasa mengambil hikmah dari setiap fenomena.Kawan, pernahkah kita sejenak meluangkan waktu untuk sekedar menatap batu bata ?
Alangkah percumanya?Mungkin itu yang akan terlintas dalam pikiran kita.
Tapi seorang yang bijaksana adalah yang mampu melihat setiap fenomena dengan positif thinking.
Batu bata adalah batu bata itu sendiri dan takkanpernah berubah jadi emas.
Ia adalah gambar, akan seperti karikatur majalah yang 'terpandang' dan kemudian terbuang kalo tak mampu memaknainya.
Kawan sesungguhnya batu bata adalah sosok yang memiliki keikhlasan yang tinggi.Tampil dengan sepenuh kekuatan untuk menopang beban, tanpa pernah merasa ingin dipandang. Andai ia punya niat untuk dipandang tentunya akan merusak wajah dari sesungguhnya harus terlihat.
Kawan, ketika bekerja dalam sebuah tim, organisasi, dan jamaah berarti kita siap menjadi yang terbaik dengan segenap kemampuan kita. Ambisi pribadi harus kita redam, sebab ia akan seperti bara dalam sekam. Sekali-kali bercerminlah pada batu bata yang tersusun, terselimuti dan takkan pernah lagi kita melihatnya. Namun kita tahu bahwa ia punya peran yang besar.
wallahua'lam.

Thaushiyah-Mq